Previous Next

Prodi Agribisnis UMK Salurkan Bantuan dari PERHEPI kepada Korban Banjir

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

UMK – Program Studi (Prodi) Agribisnis Universitas Muria Kudus (UMK) diamanahi oleh Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) untuk menyalurkan bantuan sembako bagi korban banjir di dua lokasi. Yakni Desa Gulang Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus berupa sembako 30 pac, dan di Desa Undaan Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak berupa bantuan sembako senilai kurang lebih Rp 5 juta, pada Kamis (28/03/2024).

Ketua PERHEPI Pusat sekaligus Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. berharap agar bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Ia juga berharap, masyarakat setempat dapat melanjutkan aktivitas lagi seperti sedia kala.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban, terutama kebutuhan pangan masyarakat. Saya bersama para dosen dan mahasiswa prodi agribisnis UMK mewakili Sekjen PERHEPI menyalurkan sumbangan dari rekan-rekan (PERHEPI) berupa sembako kepada masyarakat sekitar yang terdampak banjir,” tutur Prof. Darsono.

Menambahkan, Ketua Prodi Agribisnis UMK, Muhamad Imanuddin, S.P., M.Sc. menyampaikan terima kasihnya kepada PERHEPI yang telah mempercayai Prodi Agribisnis UMK untuk turut menyalurkan bantuan dari PERHEPI tersebut.

“Semoga bantuan ini dapat membawa berkah kepada kita semua, baik itu berkah bagi yang memberi bantuan maupaun berkah bagi penerima bantuan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dusun Undaan Lor, Kecamatan Karanganyar, Busiri mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PERHEPI berupa bahan pokok makanan. Menurutnya, desa mereka menjadi salah satu desa yang terisolir, yang  mana minim menerima bantuan.

“Selama mengungsi, masyarakat hanya menggantungkan bantuan dari pihak desa saja, jadi dengan adanya bantuan dari PERHEPI ini, kami masyarakat Desa Undaan Lor sangat berterima kasih. Meskipun masyarakat sudah pulang ke rumah tapi masih sulit untuk bahan makanan karena lahan pertanian terendam semua,” pungkasnya. (Humas-UMK)