|
Plagiasi Rugikan Penulis Asli |
|
|
|
UMK-Penulisan skripsi menjadi kewajiban yang harus ditempuh mahasiswa. Pada kegiatan akademik ini, mahasiswa diuji segala kemampuan dan penulisan karya ilmiah di depan para penguji. Walau bagaimana pun, skripsilah salah satu penentu kelulusan mahasiswa di perguruan tinggi.
Materi serta ilmu yang diperoleh di bangku kuliah kini direaktualisasi secara akademik. Hal itu harus dituangkan dalam meneliti, observasi, dan pelaporan kepada civitas akademik, yakni para dosen. Karya tulis skripsi, tesis, bahkan desertasi sekalipun harus memiliki nilai orinisilitas, akademis, dan jauh dari tindak plagiasi.
Adalah Masyitotun Nafiah, 21, mahasiswi Bahasa Inggris yang baru saja mengikuti ujian skripsi ini merasa lega. Ia sempat grogi menjelang ujian, dengan kontrol emosi diri ia memaparkan skripsinya dengan jelas dan lancer. “Pas pembimbing sudah kumpul semua, berubah jadi senang,” ungkapnya.
Persiapan lahir batin sudah ia lalukan, belajar sungguh-sungguh, rajin berdoa dan didoakan, dan optimis yang terus ditanamkan. Ia percaya diri, tak ada yang tahu tentang isi skripsi yang dibuatnya tersebut.
|
|
Semester Baru, Mahasiswa Sibuk Atur Jadwal |
|
|
|
UMK-Aktifitas kampus kini tak begitu ramai seperti hari – hari biasa. Maklum, Ujian Akhir Semester (UAS) telah usai dan mahasiswa tengah menanti keluarnya Kartu Hasil Studi (KHS) di masing – masing fakultas. Saat penyerahan KHS itulah, Kampus Kebudayaan ini mulai lalu lalang mahasiswa.
Seperti Iin, mahasiswa akhir ini, berniat mengambil mata kuliah yang belum ia ambil. Rencana studi untuk semester sembilan masih menyisakan kuliah PPL dan beberapa SKS mata kuliah. Iin yang juga aktif di organisasi kampus ini ingin merampungkan tanggungan skripsinya. Di saat teman–teman Iin disemat toga pada Oktober mendatang, ia sibuk mengatur jam kuliahnya.
Pelaksanaan pra kuliah, entri jadwal, konsultasi akademik, dan registrasi merupakan aktifitas yang harus dilakukan mahasiswa. Tak semua mahasiswa seperti Iin yang berorganisasi, mereka ada mengatur jadwal kuliah agar bisa kerja. Ada pula yang lebih santai dalam menjalani aktifitas kuliah.
Maklum, saat entri jadwal kuiah, antrian mahasiswa sampai berjubel. Siapa yang lebih dahulu, kemungkinan jadwal sesuai harapan. Her registrasi Fakultas Ekonomi, Psikologi, dan Pertanian tanggal 9, 13, dan 18 Agustus ini. Fakultas Hukum dan Teknik tanggal 11, 14, dan 19, sedangkan FKIP pada 12, 16, dan 20/8 mendatang. (Ulin/Portal UMK)
|
|
|
Racana UMK Adakan KMD |
|
|
|
UMK – Gerakan Pramuka merupakan tempat untuk menumbuhkembangkan potensi tunas-tunas muda agar menjadi cakap, berwibawa, meniliki kepribadian baik, terampil, dan bertanggungjawab dalam mengisi kemerdekaan melalui kegiatan-kegitannya yang bermanfaat sebagai ciri seorang yang berkepribadian luhur. Maka diperlukan kegiatan yang meningkatkan intelektual pemuda bagi anggota Pramuka dewasa yang terdiri Pandega dan Pembina Pramuka yang dapat diandalkan dalam membawa peserta didik mencapai tujuan gerakan Pramuka.
Melihat pentingnya kegiatan peningkatan kualitas dan kuantitas pramuka dewasa, Racana Muria Whira Shima Gudep 1184 – 1185 Universitas Muria Kudus (UMK), bekerjasama Kwartir Cabang Kudus, menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar (KMD), yang berlangsung Kamis hingga Sabtu (22- 24/6) di lingkungan UMK. “Selain meningkatkan pengalaman, peserta nanti akan mendapatkan sertifikat KMD yang bisa dipakai untuk melatih Pramuka Siaga, Penggalang, dan penegak”, kata Ketua Racana Whira UMK, Mashitotun Nafi’ah di sela-sela acara.
|
|
Melongok Praktikum di Laboratorium Kultur Jaringan |
|
|
|
UMK-Kegiatan praktek tanam – menanam di Fakultas Pertanian (FP) Universitas Muria Kudus (UMK) menjadi hal rutin. Pembibitan pohon berbuah seperti jeruk, melon, dan sebagainya sering kali dilakukan mahasiswa dan dosen. Alaik Muhtarom (20), salah satu mahasiswa Faperta sedang melakukan praktikum dan menunaikan tugas kuliahnya. Di bawah terik matahari yang menyengat kulit, Alaik, sedang mengamati tanaman eksperimennya. Alaik mengaku, dirinya sudah beberapa kali mengadakan praktek menanam. Di sebelah selatan Laborat Kultur Jaringan ini, ia dan para teman - temannya menggali ilmu tentang dunia pertanian. Mahasiswa pun diberi kesempatan untuk menentukan jenis tanaman yang akan diujicobakan. Saat reporter portal UMK melihat tanaman melon milik Alaik tingginya sekitar lima cm. Tampak beberapa daun hijau tumbuh, bertangkai, dan batang pohon membesar. Belajar sembari bercocok taman memang mengasikkan. Alaik, yang juga aktifis BEM UMK ini biasanya meluangkan waktu pada pagi dan sore hari untuk sekadar menyiram tanamannya. “Menyiram (tanaman) sebaiknya waktu pagi dan sore, kalau siang hari kurang baik,” saran Alik. Sementara itu, menurut dosen pembimbing, Ir. Farida Yuliani MSi, aktifitas belajar-mengajar disetai dengan mengadakan praktikum - pratikum. Bahkan, materi praktikum sendiri biasanya dilakukan secara bertahap, sesuai jumlah mahasiswa, praktek harus secara bergantian.
|
|