Image1 Image2 Image3 Image4 Image5 Image6 Image7
Loading

Modal Sosial Dapat Meningkatkan Kinerja Bisnis

Email Cetak

UMK- Program Studi Manajemen kembali menambah staf pengajar dengan gelar doktor.  Dr. Kertati Sumekar, SE, MM telah berhasil meraih gelar doktor dari Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Kertati dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan IP 3,53, setelah menjalani ujian doktoralnya pada Selasa (28/9). Kertati berhasil mempertahanan disertasi di depan dewan penguji Prof. Dr. Ir. Sunarso, MS (Sekretaris Senat, selaku Pimpinan Sidang), dengan anggota antara lain Prof. Drs. Cristiantius Dwiatmadja SE, ME, Ph.D), (penguji eksternal), Prof. Dr. dr. Anies, M.Kes, PKK,  Dr. Indi Jastuti, MS, Prof. Dr. Augusty Tae Ferdinand, MBA, Dr. Y Sugiarto PH, SU, Prof. Dr. H. Sugeng Wahyudi, MM (Promotor) Prof. Dr. Suyudi Mangunwoharjo, (Co promotor), Prof. Dr. H Sugeng Wahyudi, MM (Co Promotor) dan Drs. Ibu Widiyanto, MA, Ph.D (Co-Promotor).

Disertasi dengan judul “Membangung Tindakan Berbagai Pengetahuan Afektif Raional Melalui Modal Sosial dan Pembelajaran Organisasi untuk Meningkatkan Kinejra Bisnis” telah membawa Kertati Sumekar menyandang gelar Doktor Manajemen Modal Sosial dalam Bisnis. Disertasinya mengambil fokus kajian pada manajemen UKM Bordir dan Konvenksi di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Pada disertasi yang melibatkan usaha UKM Bordir dan Konvenksi binaan Departemen Perindustrian dan Perdagangan di Provinsi Jawa Tengah di empat kabupaten meliputi Kabupaten Kudus, Pemalang, Demak dan Karanganyar. Di Jawa tengah sendiri UKM UKM Bordir dan Konvenksi sebanyak 1513 UKM. Permasalahan yang menghambat kinerja binis bordir dan konveksi, menurut Kertati, meliputi; keterbatasan akan disain baru yang up to date, terbatasnya tenaga kerja yang trampil dalam membordir dan menjahit, terbatasanya tenaga kerja yang terdidik, modal kerja kurang, dan pengetahuan akan pemasaran yang efektif dan efisien kurang.

Padahal, potensi UKM memegang perana penting di dalam perekonomian karena dapat menjadi ujung tombak industri nasional, menyerap tenaga kerja, dan menyumbang devisa dan ikut membayar pajak. Di Negara-negara Asia UKM memberikan kontribusi sebesar 35% nilai ekspor, sedangkan untuk Indonesia menurut data Departemen Perindustrian rahun 2005, memberikan kontribusi sebesar 28% PDB.

Khusus mengenai UKM jenis Bordir dan Konveksi, Kertati meneliti di Kabupaten Kudus memiliki 415 UKM, Pemalang 1.050 UKM, Demak 18 UKM dan dan Karanganyar 30 UKM. Penelitian ditujukan untuk tiga persoalan utama yaitu pertama, apakah jika pengusaha mengembangkan kepercayaan kepada bawahan, norma sosial interaksi sosial, dan visi bersama yang merupakan modal sosial perusahaan akan berpengaruh terhadap berbagi pengatahuan afektif rasional dan kinerja bisnis UKM? Kedua, Apakah jika perusahaan mengembangkan pembelajaran organisasi yaitu orientasi pembelajaran yang dimiliki perusahaan maka akan dapat meningkatkan tindakan berbagai pengetahuan dan konerja bisnis UKM? Ketiga, apakah jika perusahaan melakukan tindakan berbagai pengetahuan afektif rasional maka akan dapat meningkatkan kreativitas hubungan pelanggan dan kinerja bisnis UKM?

Dari tiga persoalan tersebut, Kertati mengajukan delapan hipotesis,pertama, semakin tinggi tingkat kepercayaan maka akan semakin tinggi keinginan tindakan berbagi pengetahuan afektif rasional. Kedua, semakin tinggi interaksi sosial maka akan meningkatkan tindakan berbagi pengetahuan afektif rasional. Ketiga, semakin tinggi visi bersama maka akan meningkatkan tindakan berbagi pengetahuan afektif rasional. Keempat semakin tinggi orientasi pembelajaran maka akan meningkatkan tindakan berbagi pengetahuan afektif rasional. Kelima, semakin tinggi tindakan berbagai pengetahuan afektif rasional akan meningkatkan kreativitas hubungan pelanggan. Keenam, semakin tinggi kreativitas hubungan pelanggan maka akan meningkatkan kinerja perusahaan. Ketujuh, semakin tinggi orientasi pembelajaran maka akan meningkatkan kinerja bisnis. Dan kedelapan semakin tinggi tindakan berbagai berbagi pengetahuan afektif rasioal maka akan meningkatkan kinerja bisnis.

Dari hasil penelitian Kertati disimpulkan bahwa dengan uji analisis Struktural Equation Modeling (SEM) bahwa hubungan antara variable-variabel yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh modal sosial dan pembelajaran organisasi yang meliputi kepercayaan kepada bawahan, interaksi sosial, visi bersama, orientasi pembelajaran, tindakan berbagai pengetahuan afektif rasional, kreativitas hubungan pemasaran dan kinerja bisnis perusahaan didapatkan hasil bahwa 4 (empat) modal sosial dan pembelajaran organisasi dapat meningkatkan kinerja bisnis. Peningkatan kinerja bisnis dapat dilakukan dengan tindakan berbagi pengatahuan afektif rasional melalui peningkatan kepercayaan pada bawahan, interaski sosial, dan pembelajaran organsiasi. (Farih/Hoery-Portal)

Read : 466 times

Add comment


Security code
Refresh

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Agroteknologi
Teknik
Psikologi

 

 

 

Links:

 

Fasilitas

UMK Repository

Library Gateway

E learning

Blog Staff

Muria Studies

Jurnal

Jurnal Internasional

Portal Ketrampilan Wajib

 

Barcode:

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria

Pusat Studi Kretek

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

 

QR Code

Kemahasiswan

Portal Akademik

Info Kemahasiswaan

Alumni SI

Pena Kampus

Hubungi Kami

Universitas Muria Kudus

Gondangmanis PO.BOX 53

Bae 59324 Kudus

Jawa Tengah - Indonesia

 

Telp: 0291-438229

Fax: 0291-437198

Email: muria@umk.ac.id