UMK - Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menggelar National Conference on TEYLIN (Teaching English for Young Learners in Indonesia). Secara spesifik konferensi tingkat nasional ini membahas pengajaran Bahasa Inggris bagi anak usia dini.
Dua pembicara utama dari British Council, Itje Chodidjah, M.A dan Prof. Dr. Amitya Kumara, M.S., Psi, Universitas Gajah Mada ini turut menyukseskan kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa -Rabu (10-11/06) di Ruang Seminar Gedung Rektorat UMK dan Gedung PBI ini.
Itje, dalam forum tersebut, memberikan materi mengenai strategi pembelajaran Bahasa Inggris pada anak usia dini. Sementara Amitya lebih menyoroti dampak psikologisnya pada anak.
Ketua Panitia, Mutohhar, MPd, tema TEYLIN; From Policy to Classroom dipilih sebab selama ini pendidikan Bahasa Inggris pada anak usia dini masih sekadar menjadi tren. “Implementasinya tidak dibarengi kesiapan, baik guru ataupun materi. Makanya tidak maju-maju,” ungkapnya menyoroti pengajaran Bahasa Inggris di lembaga pendidikan dasar.
Oleh sebab itu, lanjutnya, kegiatan digelar untuk memberikan sumbangan pemikiran mengenai langkah-langkah untuk memberikan pendidikan bahasa inggris pada level tersebut.
Sebanyak 37 pembicara untuk sesi parallel) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia turut berpartisipasi memberikan sumbangan pemikiran yang didasarkan pada hasil penelitian. Beberapa PT dimaksud di antaranya Universitas Mulawarman Samarinda, UIN Suska Riau, Universitas Petra Surabaya, UIN Malang, Machung University Malang, UKSW, UNY, IKIP PGRI, UI, UIN Jakarta, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, dan sebuah IALF Bali.
Selain itu, peserta kegiatan ini juga datang dari berbagai kalangan mulai mahasiswa, guru Bahasa Inggris, maupun dosen.
Level International
TEYLIN II merupakan kelanjutan dari TEYLIN pertama yang pernah digelar pada Juli 2011 lalu. Rencananya, tahun 2013 nanti, Progdi PBI akan kembali menggelar kegiatan serupa, namun dengan level yang lebih tinggi, yakni level internasional. Penyelenggara akan menggandeng British Counsil secara kelembagaan penuh.
“Kami optimis dapat menggelar TEYLIN III tahun depan secara internasional karena hubungan kerjasama dengan British Council secara kelembagaan sudah dirintis sejak TEYLIN II ini,” ungkap Mutohhar. Tidak hanya itu, pembinaan dan pelatihan pada guru Bahasa Inggris juga akan ditingkatkan melalui forum Internasional TEYLIN nantinya.
Fitri Budi Suryani, Kepala Program Studi PBI menuturkan, TEYLIN semacam ini merupakan kegiatan yang pertama di Indonesia. “Kajian mengenai pengajaran Bahasa Inggris bagi anak usia dini di negara kita masih sangat terbatas,” jawabnya menjelaskan alasan memilih tema tersebut.
Fitri berharap, TEYLIN dapat menjadi identitas Prodi PBI UMK yang akan turut mengharumkan nama universitas di level Nasional maupun Internasional. (Riza/Farih-Portal)









Comments
RSS feed for comments to this post.