UMK – Mahasiswa International Islamic of Malaysia (IIUM) menggelar kunjungan pendidikan (educational visit) ke Universitas Muria Kudus (UMK) pada Rabu (20/06). Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mengkaji tamdun (peradaban) islam di Jawa. Kajian dimulai dari Kudus.
Keberadaan Sunan Kudus sebagai penyebar Islam di wilayah Pantura Timur Jateng, Menara Masjid Al-Aqsha, dan hingga rumah adat Kudus, adalah beberapa yang banyak dikaji. Selain itu, melalui kunjungan ini, mereka juga dikenalkan dengan makanan khas Kudus, Jengan (dodol).
Rombongan mahasiswa jurusan arsitektur tersebut dipimpin oleh Prof Emeritus Lar Dr Ismawi Hj Zen. Di UMK, rombongan diterima antara lain Ir Hendi Hendro HS MSi (Pembantu Rektor III), Zamhuri (Humas UMK), Fajar Kartika SS MPd (PD III FKIP), dan Agung Dwi Nurcahyo SS MPd (Kepala Laboratorium Bahasa Inggris).
Warisan Budaya
Di UMK, mahasiswa asal Negeri Jiran yang didampingi profesornya tersebut menerima penjelasan tentang heritage Kudus, khususnya terkait rumah adat Kudus yang populer dikenal dengan gebyog Kudus dengan narasumber Slamet Mulyono, pelukis yang pernah melakukan penelitian khusus tentang Gebyog Kudus.
Sekitar satu jam diskusi di Ruang VVIP Gedung Rektorat UMK, para mahasiswa itu selanjutnya diajak berkunjung ke Museum Keretek. Di Sini, mereka diajak melihat-lihat koleksi museum oleh staf museum, Dewi Nawangsari, sembari mendengarkan penjelasan tentang sejarah penemuan dan proses produksi rokok keretek.
Cukup lama di Museum Keretek, para mahasiswa melanjutkan kunjungannya ke Menara Kudus. Di sini mereka disambut salah satu pengurus Yayasan Masjid dan Makam Sunan Kudus, Maesah Anggni. Di sini, para mahasiswa diajak berkeliling sembari mendengarkan penjelasan, dan kemudian beristirahat siang sejenak di Tajug Menara.
Prof Emeritus Lar Dr Ismawi Hj Zen mengutarakan, kedatangannya bersama para mahasiswanya ke Kudus, adalah dalam rangka belajar tentang heritage Islam di nusantara. ''Tahun ini ada dua kunjungan ke luar negeri. Selain ke Kudus, satu rombongan lagi ke China.''
Ismawi menambahkan, pihak IIUM tertarik berkunjung ke Kudus untuk studi lapangan terkait heritage yang dimiliki, setelah mengetahu informasi dari berbagai literatur yang telah dipelajarinya.
''Indonesia memiliki banyak khazanah terkait peninggalan-peninggalan terkait awal masuknya Islam di nusantara. Kudus berada pada masa transisi, yang terpengaruh oleh peradaban Hindu, Budha, dan Islam,'' ungkapnya. (Farih/Hoery-Portal)








