UMK – Demi meningkatkan mutu dan kualitas akademik perguruan tinggi, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melakukan studi banding ke Universitas Muria Kudus (UMK) pada Selasa (05/06) ini. Tim yang terdiri dari lima orang ini dipimpin oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Unisri, Drs. Rispantyo, MM.
Sebelumnya, aku Rispantyo dalam memberikan sambutan, untuk meningkatkan kinerja lembaganya, kunjungan ke UPN Yogyakarta pernah Unisri lakukan, namun tidak kunjung membawa perubahan. Padahal, pimpinan perguruan tinggi memiliki ekspektasi tinggi untuk terciptanya sistem penjaminan mutu yang baik.
Karakteristik perguruan tinggi tersebut berbeda dengan Unisri. Oleh sebab itu, ungkap Rispyanto, pihaknya memutuskan untuk memilih UMK sebagai tempat studi. Pasalnya, selain untuk kembali mempererat kerjasama yang dulu pernah terjalin, ada kesamaan karakteristik UMK dan Unisri.
Berdeda dengan UMK, menurutnya, budaya mutu belum tercipta di kalangan civitas akademika Unisri. Padahal berbagai upaya telah dilakukan dengan membentuk LPM pada 2008 dan menggelar pelatihan-pelatihan.
“Belum ada budaya mutu. Pelatihan belum banyak direspon dan sumberdaya manusia juga masih terbatas,” tutur Rispantyo membeberkan kondisi di Unisri.
Rispantyo juga mengungungkapkan ucapatan terima kasih atas respon positif yang diberikan UMK. Ilmu mengenai implementasi standar mutu dan KBK dinilainya sangat berguna bagi perbaikan Unisri ke depan.
Pembantu Rektor I UMK, Drs. Masluri, MM, dalam sambutannya menuturkan bahwa UMK semakin terpacu oleh adanya kunjungan dari beberapa perguruan tinggi. Dimana, sebelumnya, dua perguruan tinggi asal Semarang, yakni Universitas Stikubank (Unisbank) dan Universitas Semarang (USM) belum lama ini juga melakukan studi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) di UMK.
Pada awalnya, untuk menciptakan budaya mutu, UMK juga belajar dari perguruan tinggi lain. Misalnya dengan mendatangkan ahli, mengirim dosen untuk magang atau mengikuti pelatihan auditor di perguruan tinggi yang telah maju. Kini, lanjutnya, UMK dapat menggelar pelatihan auditor sendiri yang diikuti oleh perguruan tinggi lain. “Bahkan, dari Undaris Kabupaten Semarang sangat antusias dengan mengirimkan banyak utusan,” tutur Masluri. (Farih/Hoery-Portal).








