Menu

Artikel

Jalan Desa Rahtawu Memprihatinkan

KUDUS-Jalan Desa Rahtawu Kecamatan Gebog kondisinya memprihatinkan. Warga dan pengendara luar kota mengeluhkan jalan yang berlubang, tak adanya penerangan lampu, serta pembatas jalan yang berbatasan langsung dengan tebing jurang.
Warga Kecamatan Jati, Adi Purnomo (24), yang datang melakukan ritual suranan di Rahtawu, menilai sudah seharusnya jalan desa tersebut  ditata ulang karena terkait potensi pariwisata yang besar. "Kalau malam jalan Rahtawu gelap gulita. Kondisi ini bagi pendatang yang memilih datang pada malam hari membahayakan. Bisa jadi kecelakaan, terlebih jika hujan, jalannya licin," tukasnya.

Rustam Hadi (46), warga Desa Rahtawu mengatakan bahwa Pemkab Kudus telah berjanji melakukan pengaspalan, tetapi sampai saat ini kondisinya masih sama. "Pemerintahan Bupati saat ini kurang memerhatikan kondisi jalan desa Rahtawu. Padahal sebelumnya diperhatikan dengan melakukan pengaspalan," ujarnya.
Dari Senin (6/12) malam, akibat tiadanya penerangan jalan ribuan pendatang yang mengendarai sepeda motor dan mobil jalan lambat dan beriringan. Beberapa di antaranya yang turun dari Rahtawu harus ekstra hati-hati karena berpapasan dari arah berlawanan serta jarak pandangan mata yang pendek.

Kepala Desa Rahtawu, Sugiyono, menyayangkan Pemkab yang seolah menutup mata kondisi jalan yang sebetulnya dapat menarik wisatawan ke Rahtawu. Pasalnya untuk Suranan tahun ini saja pengunjung dari luar kota yang datang mencapai 6.500 orang. "Sudah lama kami usulkan, tetapi belum ada tanggapan sampai sekarang. Padahal di sini potensi wisata besar," ujarnya. Ia mencatat jumlah pengunjung meningkat dari tahun sebelumnya mencapai 6.000.

Jalan yang teakhiri diperbaiki tahun 2007 silam tidak hanya membuat warga kesulitan akses menuju luar desa, tetapi bagi pengunjung dampaknya besar. Jalan sepanjang 6 Km di desa yang berada di gunung tersebut memprihatinkan.
Diusulkan Kembali
Terpisah, Camat Gebog Camat Gebog Kudus, Djati Solechah, kemarin, mengatakan bahwa pihaknya sudah membawa persoalan ini ke sejulah forum musyawarah agar diberikan pertimbangan untuk segera dilakukan perbaikan. "Namun pada akhirnya sampai dengan waktu yang ditentukan proyek perbaikan jalan Desa Rahtawu gagal dilaksanakan," katanya.
Djati menjelaskan, beberapa waktu lalu sempat dilakukan perbaikan dengan tambal sulam karena memang waktu itu masuk dalam tahap perawatan. "Sayangnya hal tersebut hanya berlangsung sementara, karena setelah itu materialnya mengelupas dan akhirnya jalan tersebut rusak," jelasnya.  (Zaka/Portal)

 

Perpustakaan UMK Menantangmu

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Pengunjung

00197084
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
2634
5353
24574
132752
111788
85296
197084

IP: 54.167.138.53
Jam Server: 2014-12-18 14:12:07

Kami memiliki 41 tamu online

Lihat Universitas Muria Kudus di peta yang lebih besar

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Agroteknologi
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum
Manajemen

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Blog Staff
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia
Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Alumni SI
Pena Kampus
KSR PMI

Scan this QR Code!
Go to top