Menu

Artikel

Jalan Desa Rahtawu Memprihatinkan

Rustam Hadi (46), warga Desa Rahtawu mengatakan bahwa Pemkab Kudus telah berjanji melakukan pengaspalan, tetapi sampai saat ini kondisinya masih sama. "Pemerintahan Bupati saat ini kurang memerhatikan kondisi jalan desa Rahtawu. Padahal sebelumnya diperhatikan dengan melakukan pengaspalan," ujarnya.
Dari Senin (6/12) malam, akibat tiadanya penerangan jalan ribuan pendatang yang mengendarai sepeda motor dan mobil jalan lambat dan beriringan. Beberapa di antaranya yang turun dari Rahtawu harus ekstra hati-hati karena berpapasan dari arah berlawanan serta jarak pandangan mata yang pendek.

Kepala Desa Rahtawu, Sugiyono, menyayangkan Pemkab yang seolah menutup mata kondisi jalan yang sebetulnya dapat menarik wisatawan ke Rahtawu. Pasalnya untuk Suranan tahun ini saja pengunjung dari luar kota yang datang mencapai 6.500 orang. "Sudah lama kami usulkan, tetapi belum ada tanggapan sampai sekarang. Padahal di sini potensi wisata besar," ujarnya. Ia mencatat jumlah pengunjung meningkat dari tahun sebelumnya mencapai 6.000.

Jalan yang teakhiri diperbaiki tahun 2007 silam tidak hanya membuat warga kesulitan akses menuju luar desa, tetapi bagi pengunjung dampaknya besar. Jalan sepanjang 6 Km di desa yang berada di gunung tersebut memprihatinkan.
Diusulkan Kembali
Terpisah, Camat Gebog Camat Gebog Kudus, Djati Solechah, kemarin, mengatakan bahwa pihaknya sudah membawa persoalan ini ke sejulah forum musyawarah agar diberikan pertimbangan untuk segera dilakukan perbaikan. "Namun pada akhirnya sampai dengan waktu yang ditentukan proyek perbaikan jalan Desa Rahtawu gagal dilaksanakan," katanya.
Djati menjelaskan, beberapa waktu lalu sempat dilakukan perbaikan dengan tambal sulam karena memang waktu itu masuk dalam tahap perawatan. "Sayangnya hal tersebut hanya berlangsung sementara, karena setelah itu materialnya mengelupas dan akhirnya jalan tersebut rusak," jelasnya.  (Zaka/Portal)

 

Info Kopertis Wilayah VI

Info Dikti

Tajug

Sinergi Penguatan UMKM Menghadapi MEA

Oleh Dr. Zainuri, MM.

Kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Betapa tidak, pada 2011, PDB dari sektor UMKM mencapai 56,6 % dan menyerap 97 % dari tenaga kerja nasional (BPS, 2012 ).


UMK Menghadapi Tantangan Global

Dr. A. Hilal Madjdi, M.Pd.

Universitas Muria  Kudus (UMK) memilii Identitas dan kepribadian yang termanifestasi dalam jargon “Culture University”. Pemaknaan “Culture University”, mengarah pada bagaimana UMK mengembangkan kebajikan (excellent) yang direalisasikan dalam kegiatan Tri  Dharma Perguruan Tinggi, dengan merujuk pada nilai-nilai dan kebajikan wilayah, berbekal “local wisdom” dan “local norms” yang dikenal luas masyarakat Kudus, yakni Laku Bagus, Pintar Mengaji, dan Pandai Berdagang (Gusjigang).


Urgensi Pendidikan Vokasi di Perguruan Tinggi

Oleh Dr. Suparnyo, SH. MS.

Alinea keempat  Undang Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia 1945, antara lain menyebutkan, tujuan didirikannya negara Republik Indonesia adalah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Pengunjung

00562889
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
369
2867
3236
535455
105233
106077
562889

IP: 54.145.246.183
Jam Server: 2015-03-30 02:30:23

Kami memiliki 35 tamu online

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum
Manajemen

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Blog Staff
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Alumni SI
Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top