|
UMK- Suasana malam penuh hikmad menaungi Fakultas Psik0logi Universitas Muria Kudus (UMK), pembacaaan tahlil dan do’a terlantun tulus dari lubuk hati keluarga besar Fakultas Psikologi UMK. Mengantarkan kepergian Agus Sisnowo,S.Psi M.Si pada malam ketujuh (16/02) sepeninggalnya karena sakit. Cak Agus menghembuskan nafas terakhir di rumah duka Jl. Bukit Manyaran Permai S/1 Semarang. Sosok yang bersahaja itu turut mewarnai kemajuan Fakultas Psikologi UMK, tak ayal kepergiaannya pun menyisakan duka dan rasa kehilangan yang begitu mendalam baik diri mahasiswa maupun rekan kerjanya di Universitas kebudayaan tersebut. Acara tahlilan dan diskusi di malam ketujuh pun digelar sebagai penghargaan terakhir kepada pria yang tutup usia di empat puluh dua tahun kurang lima bulan itu. Mahasiswa dari berbagai angkatan pun turut hadir, juga berbagai organisasi kemahasiswaan dibawah naungan Fakultas Psikologi UMK, yakni Teater Aura dan BEM Fakultas Psikologi UMK, turut mensuport terselenggaranya acara diskusi tentang pemikiran almarhum selama masih hidup.
Diskusi tentang pemikiran dosen pemerhati psikologi timur itu, banyak menimbulkan kenangan yang mendalam pada diri mahasiswa terhadap almarhum. “Pak Agus itu sosok dosen yang bersahaja, dan membebaskan proses belajar mahasiswanya sesuai caranya sendiri,” kenang Mustafid salah satu mahasiswa yang berharap ada salah satu ruangan di fakultas psikologi yang akan dinamai ruang Agus Sisnowo. Meski terbilang membebaskan, Mustafid pun menambahkan justru strategi pembelajaran yang almarhum ajarkan sangat mengena pada diri mahasiswa. “Sampai sekarang saya itu masih belum bisa menjawab pertanyaan filsafat yang almarhum ajukan,” ujar Mustafid mengenang peristiwa silam. “Kalau bicara tentang pak Agus g’ akan ada habisnya,” tandas Khasan, anggota out-bound psikologi dibawah KPT (Kajian Psikologi Terapan) Insight yang diketuai oleh Cak Agus, panggilan akrab almarhum. Khasan mengakui sosok yang pantang menyerah itu memiliki banyak pemikiran yang membangun mental mahasiswa psikologi UMK. Agus Sisnowo in memoriam, berakhir dengan kesepakatan untuk melaksanakan doa di hari ke empat puluh, seratus, dan seribu hari. Selain itu, para mahasiswa akan menauladani dan meneruskan perjuangan Agus Sisnowo almarhum untuk menggali psikologi lokal termasuk salah satu tesis almarhum yang menggali psikologi lokal berjudul Memahami Sistem Kepercayaan Penghayat Ajaran Romo Semono (Kholidin/Portal UMK).
|