|
UMK-Keceriaan tergambar di wajah-wajah kesembilan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK), yang menjadi ketua kelompok PKM. Pasalnya proposal PKM yang mereka ketuai berhasil masuk seleksi proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilakukan oleh Derektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Pendidikan Tinggi (DP2M DIKTI) tahun anggaran 2010. Ifa Yunita, salah satu ketua kelompok dari kesembilan ketua kelompok PKM dari UMK yang berhasil masuk evaluasi ini, terbilang mahasiswi UMK yang beruntung. Mahasiswi semester lima, program studi manajemen Fakultas Ekonimi UMK ini awal mulanya tidak mengira kalau proposal PKM Kewirausahaan yang ia ketuai itu akan masuk seleksi, sesaat setelah di beri tahu teman-temannya pasca pengumunan dari DP2M Dikti. “Ketika membuat proposal PKMK itu, kita mengerjakannya dengan ala kadarnya, jadi kita tidak mengira proposal kita bisa masuk, tapi setelah melihat sendiri eh..ternyata masuk,” Ujar mahasiswi berjilbab itu. Judul proposal PKMK yang Ifa ajukan “Membuka Peluang Bisnis Melalui Usaha Pizza Desa Rasa Kota Murah Dan Bergizi” itu terlahir, setelah mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) program Pemberantasan Buta Aksara (PBA) tahun 2009.
“Pas KKN itu, saya beserta teman-teman memberikan sedikit ketrampilan pada warga belajar dengan membuat pizza yang terbuat dari mei dan telur, sesampainya di kampus kita jadi kepikiran kenapa tidak kita bikin PKM?,” tuturnya. Bermula dari pengalaman tersebut mereka akhirnya menyusun proposal PKMK. Kini Ifa beserta kelompoknya sibuk mempersiapkan diri untuk melaksanakan program PKMK mereka. “Kami bingung untuk membelanjakan dana sepuluh juta yang akan diberikan nanti, karena bahan-bahannya harus diambil dari desa semua,” jelasnya. Sementara itu, Widjanarko salah satu dosen pembimbing proposal PKM Penelitian dari Fakultas Psikologi UMK yang bimbingannya berhasil masuk itu, merasa senang terhadap antusias para mahasiswa UMK dalam mengirimkan proposal PKM mereka tahun ini. “Tahun ini jumlah mahasiswa pengirim proposal bertambah, ini menandakan antusias mahasiswa semakin kreatif,” ujar pria berkacamata itu. Dosen pembimbing judul proposal PKMP “Stereotipe Antara Etnis Jawa Dan Etnis Keturunan Tionghoa Di Kabupaten Kudus” yang diketuai Marera Silmi Kaffah itu menganggap tidak masalah, dengan sedikitnya proposal mahasiswa UMK yang masuk seleksi. “Saya pikir ini merupakan langkah awal untuk maju bagi mahasiswa UMK, setelah saya amati kebanyakan proposal yang masuk itu judulnya menarik dan menyangkut isu lokal,” tambahnya. Dalam hal ini UMK pun telah melakukan pelatihan teknik penyusunan proposal PKM, bagi mahasiswa. Agar mahasiswa UMK kedepan dapat meneruskan senyum ceria sang pemenang pencipta kesembilan proposal PKM yang berhasil masuk pada tahun ini. (Kholidin/Portal UMK).
DAFTAR PROPOSAL MAHASISWA UMK YANG BERHASIL LOLOS EVALUASI DP2M DIKTI TAHUN ANGGARAN 2010

|