|
UMK-Dunia penelitian memang menarik untuk disimak. Apalagi hasil penelitian tersebut memberi dampak positif bagi kehidupan manusia. Tentunya karya ilmiah itu menjadi rujukan siapa saja yang ingin belajar dan melakukan pengembangan.
Dalam tridarma perguruan tinggi, kegiatan penelitian masuk dalam ketegori yang cukup penting. Civitas akademika mulai profesor, dosen, dan mahasiswa untuk memeroleh gelar, harus melaksanakan penelitian terlebih dahulu. Penelitian bagi perguruan tinggi wujud kompetensi dan dedikasi keilmuan yang ditekuni seseorang.
Seperti yang dilakukan oleh Ir. Veronika dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Muria Kudus (UMK), hari-harinya disibukkan meneliti tanaman obat. Di laborat Kultur Jaringan berluaskan sekitar 5X6 m itu, dosen berkacamata ini menuangkan cairan ke dalam gelas-gelas yang tersaji. Benda cair itu nantinya berubah bentuk menjadi agar-agar, dan berfungsi sebagai media pertumbuhan.
Disebut dengan jaringan, karena tempat ini menjadi proses untuk mengembangkan bagian dari tumbuh-tumbuhan. Jaringan itu meliputi unsur daun, batang, benang sari dan lainnya yang dapat diuji cobakan. Dari unsur jaringan tersebut lalu disemai dalam botol dengan peralatan bercahaya ultra violet (UV).
Setelah media siap dan botol pun ditutup dengan alumunium voil (sejenis kertas alumunium) dengan beberapa waktu. “Agar terhindar dari jamur dan kondisi tetap steril, botol dicuci dengan auto claf untuk mensterilkan kotoran,†jelas dosen yang sedang melanjutkan studi S2 di UNS ini.
Veronika yang asli Kota Pati mengaku sudah beberapa kali melakukan penelitian yang sama. Namun, penelitiannya terpaksa diulang lagi sebab tumbuhan dalam botol terkominasi jamur dan bakteri. “Seharusnya tidak terkontaminasi,†tandasnya dengan nada yakin.
Ada juga hasil uji coba berhasil dengan baik. Sekitar enam sampai tiga bulan lamanya masuk periode aklimatisasi. Artinya, masa sosialisasi tanaman (botol) itu siap untuk ditanam area bebas. Prosesi ini perlu ada pengawasan dan perawatan secara berkala. Bu Vero, begitu panggilannya, penelitian yang dipilih untuk memenuhi tugas tesis itu mengenai tanaman obat. Menurutnya, ada yang beda antara tumbuhan obat dengan jenis buah-buahan dan lainnya. Tanaman obat lebih banyak metabolit sekunder, sedangkan tumbuhan lain pada unsur karbohidratnya. Di tempat belajarnya, kajian tentang tanaman obat itu baru menarik diperbincangkan. “Rasanya senang kalau penelitiannya sukses,†kata Vero. “How to fit the worldâ€, jargon itu tertanam di lubuk hatinya, agar dunia tetap sehat selalu. (Ulin/Portal)
|
Comments
RSS feed for comments to this post.