|
Khatib : Manusia Mengikuti Pusat Orbit
UMK-Pagi itu, sang surya baru menampakkan diri di sebelah timur kampus UMK. Suasana kampus tak seperti biasanya, ramai lalu lalang manusia. Dosen, mahasiswa, dan karyawan tampak hadir mengenakan busana muslim dan rapi. Selempang sajadah di pundak dan mukena terpakai menghiasi rona para jamaah saat itu. Begitu pemandangan saat menjelang solat Idul Adha di masjid Darul Ilmi, Universitas Muria Kudus (27/11).
Gema takbir saling sahut, mengagungkan nama Allah SWT di masjid yang baru saja selesai dibangun. Ornamen masjid nan modern dan hiasan kaligrafi mengelilingi badan masjid di lantai dua. Ada nama sembilan wali (sunan) atau dikenal dengan Walisongo, nama 25 para nabi tertulis di atas dinding yang didominasi krem dan coklat, dan Asmaul Husan. Lampu hias berwarna kuning pun menyinari seisi ruangan hingga terlihat benderang.
Solat Idul Adha dilaksanakan tepat pada jam 6 pagi. Assolah, assolah liidil adha, begitu suara ajakan sang imam menunaikan ibadah solat Ied. Suara takbir sang imam Agung Dwi Nurcahyo, SS, MPd telah menjadi pertanda dimulainya solat Ied. Rakaat pertama sebanyak takbir tujuh kali dan rakaat kedua lima kali takbir. Tampak para jamaah menunjukkan kekhusukan mengikuti irama sang imam. Shalat Idul Adha selesai ditunaikan. Giliran khatib naik mimbar memberi ulasan khotbah tentang hikmah idul Adha. Khotbah yang disampaikan oleh Pembantu Rektor II Iskandar Wibawa, SH, MH pun nampak kontesktual. Iskandar memberi pesan perlu adanya keseimbangan antara hubungan vertikal dan horizontal. Wujud keseimbangan vertikal itu seperti ibadah salat, puasa lain sebagainya. Keseimbangan horizontal atau sosial seperti berkurban dengan menyembelih hewan.
Ibadah kurban, syariat agama Islam sebuah teladan yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrohim dengan putranya, Nabi Ismail. Nabi Ibrohim diperintahkan menyembelih putra tercintanya. Namun, kecintaan Nabi Ibrohim kepada Allah melebihi apapun alam jagad ini.Akhirnya beliau lulus dari cobaan,jelas dosen Iskandar yang juga staf pengajar Fakultas Hukum.
Seluruh umat Islam melaksanakan ibadah Idul Adha di seluruh penjuru dunia. Ada sebagian umat Islam menunaikan ibadah haji. Mereka harus melaksanakan aktifitas kegitaan secara tertib. Kegiatan itu meliputi wuquf, yakni berkumpul di Padang Arafa. Menurut sang khatib, hal ini menunjukkan kepasrahan jiwa seorang manusia. Ibarat kertas putih yang masih putih tanpa noda.
Ibadah kedua yakni tawaf, mengelilingi ka'bah selama tujuh kali putaran. Tawaf memutari satu pusat orbit, kabah. Yang melambang pusat sujud umat Islam kepada Allah SWT. Menurut Iskandar, ini menunjukkan makna bahwa semua aktifitas dan tujuan manusia di dunia harus mengikuti putaran orbit.Jika tidak mengikuti (aturan) akan terpelanting,jelas Iskandar.
Ibadah selanjutnya adalah, perjalanan dari shofa ke Marwah atau sebaliknya. Aktifitas ini mengingatkan saat Siti Hajar, istri Nabi Ibrohim, bermaksud mencari sumber air untuk Ismail. Lalu lalang Siti Hajar mencari air itu, hanya terlihat fatamorgana saja.Aktifitas ini menunjukkan kepada umat manusia agar terus berusaha dan bekerja keras dalam meraih tujuan,tambah Iskandar. (Ulin, Portal)
|