|
Oleh : Ulin Naufalin Noor Mahasiswi FKIP Progdi Bahasa Inggris Bangsa maju bisa jadi bangsa yang memiliki sumber daya manusia (SDM) maju dan berpendidikan tinggi. Untuk mencapai tingkat pendidikan yang berkualitas, dibutuhkan sistem pengajaran dan aturan yang tepat.
Pendidikan salah satu usaha belajar yang dilakukan setiap individu agar menjadi lebih baik. Sesuai fitrahnya, intelegensi dan intelektual manusia akan berkembang jika ia mau belajar. Maka, tak salah bila pendidikan menjadi pilar penting untuk membangun martabat bangsa.
Upaya untuk membangun manusia melalui pendidikan menjadi penting. Sebab, di lembaga pendidikan memiliki aturan, sistem, yang harus dipatuhi dan dijalankan.
Seperti halnya yang terjadi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus ini, ada peraturan-peraturan yang harus diikuti mahasiswa.
Penerapan seragam ice blue setiap hari Senin merupakan peraturan baru bagi mahasiswa. Peraturan seragam kuliah ini apakah akan mengekang kebebasan mahasiswa dalam berpakaian. Mengapa mahasiswa diharuskan memakai seragam ice blue?
Konon, penyeragaman ini mendukung pembangunan karakter bagi mahasiswa. Dengan memakai seragam, mahasiswa akan sadar akan profesinya kelak, yakni menjadi seorang guru atau pengajar. Sepintas berseragam melunturkan kesenjangan sesama status sosial antara mahasiswa satu dengan lainnya.
Dengan diterapkannya seragam khususnya di lingkungan FKIP, merupakan identitas baru dan memberi nuansa berbeda dari fakultas yang lain. Dari sudut pandang orang lain, berseragam akan lebih terlihat sopan dan tertib. Mahasiswa berseragam bukankah seperti anak sekolah?
Kita tentu memiliki pikiran dan sudut pandang yang beragam. Saya sependapat dan berfikir kedepan. Maksudnya, berseragam itu setidaknya memberi pelajaran pada calon guru sebelum mereka menjalankan profesi sesungguhnya. Disisi lain, guru harus mencitrakan diri sebagai panutan di mata peserta didik. Artinya, segala sikap dan perilaku guru tercermin atas profesi yang disandangnya. Istilah kata Guru dalam bahasa Jawa, digugu (dihormati) dan ditiru (diikuti).
Sehingga anak didik dapat menilai dari penampilan gurunya. Guru sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing akan memberi contoh baik kepada para muridnya. Dengan adanya penerapan seragam bagi mahasiswa di FKIP, sangat mendukung proses pembelajaran bagi profesi mahasiswa calon guru. Dalam hal ini, saya sadar bahwa jati diri kita adalah pendidik. Apa jadinya kalau seorang guru tidak menggunakan seragam? Kita dapat melihat seorang guru yang tidak kompak dan konsisten. Setiap peserta didik tidak mempunyai motivasi dalam belajarnya, dikarenakan penampilan sebagai calon guru tak mendukung.
Kiprah guru dalam mencerdaskan anak bangsa sangatlah besar. Besarnya pengaruh guru terhadap proses belajar mengajar, tergantung juga pada kualitas dan kompetensi calon guru.
Peratuan memakai seragam perlu didukung karena terdapat unsur edukasi bagi mahasiswa. Dengan memakai seragam, maka, akan membatasi mahasiswa FKIP dalam mengenakan mode pakaian yang tidak sesuai dengan kepribadian calon guru. ***
|
Comments
namun, jika kita menelisik lebih jauh permasalahannya , penyeragaman pada FKIP memang diperlukan untuk menumbuhkan sikap tegas dalam mendidik, taat peraturan, tanpa harus menggunakan paksaan..
mungkin tidak serta merta setiap hari memakai seragam, seperti yang akan mereka lakukan apabila menjadi guru kelak, jadi kita mulai saja dari yang terkecil, diri kita sendiri..
heheh . . gak promosi ya....
tu sbenarnya maksud dari kampus tu buat mendidik para mahasiswa beretika dalam berpakain, hal ini akan menimbulkan citra yang positif di mata perusahaan apabila dah kerja.... apabila citra yang positif tu tlah terbentuk di mata perusahaan, maka aku yakin.. UMK klo brani menerapkan peraturan ini.. UMK kn menjadi universitas yang rekomendasi perusahaan tuk jadi partner dalam dunia industri.. kayak IT Telkom yang dah dapat rekanan kerja sama dari berbagai pihal dalam dan luar negeri karena citra positif yang selalu dijaga IT Telkom.. (NO SARA ya.. NO promosi.. just sharing....)
heheh . . gak promosi ya....
tu sbenarnya maksud dari kampus tu buat mendidik para mahasiswa beretika dalam berpakain, hal ini akan menimbulkan citra yang positif di mata perusahaan apabila dah kerja.... apabila citra yang positif tu tlah terbentuk di mata perusahaan, maka aku yakin.. UMK klo brani menerapkan peraturan ini.. UMK kn menjadi universitas yang rekomendasi perusahaan tuk jadi partner dalam dunia industri.. kayak IT Telkom yang dah dapat rekanan kerja sama dari berbagai pihal dalam dan luar negeri karena citra positif yang selalu dijaga IT Telkom.. (NO SARA ya.. NO promosi.. just sharing....)
apa kebijakan seragam ice blue sudah melalui persetujuan senat fakultas? BEM FKIP diajak rembugan? hanya ada satu kata:LAWAN!
Tapi lebih ke penanaman cara berfikir,bersik ap,dan moral mahasiswa itu sendiri...
jadi biarkan mahasiswa berproses dengan cara mereka jangan terlalu dibatasi dengan aturan aturan birokrasi...
RSS feed for comments to this post.