Menu

Mamik: Modal Usaha Tak Cuma Uang

KUDUS – Kalau ada yang selalu memandang bahwa untuk berwirausaha, uanglah modal yang utama, agaknya mesti segera direvisi. Sebab, uang ternyata bukan satu-satunya modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha.

Itulah yang disampaikan Dr. Mamik Indaryani MS., dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (UMK) saat berbicara dalam seminar bertajuk ‘’Menggali Potensi dan Kendala untuk Bersaing di MEA dari Sudut Pandang Pengusaha'' di Auditorium kampus UMK, Sabtu (9/5/2015).

‘’Modal bukan hanya uang. Apa yang melekat pada diri kita ini, adalah sebuah modal yang sangat luar biasa. Selebihnya, yang terpenting adalah modal sosial dan modal budaya,’’ ungkap Mamik dalam seminar yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi UMK itu.

Dia memaparkan, modal sosial itu sangat penting, karena terkait dengan relasi. ‘’Modal budaya juga sangat penting, karena ini soal keunggulan produk. Bordir, misalnya. Pasar luar negeri tidak akan meliriknya jika diproduksi dengan mesin, melainkan bordir icik yang dikerjakan tangan, ini yang dicari,’’ katanya.

Dia  mengemukakan, tiadanya informasi mengenai produk apa yang dibutuhkan pasar luar negeri seperti Thailand, China, Jepang, Malaysia, inilah yang selama ini menjadi persoalan. ‘’Tidak pernah ada informasi mengenai ini. Jadi, pelaku usaha biasanya mengandalkan (produk) yang dipunyai, padahal belum tentu cocok dengan kebutuhan pasar,’’ lanjutnya.

Selengkapnya: Mamik: Modal Usaha Tak Cuma Uang

Halaman 5 dari 566

Info Kopertis Wilayah VI

Info Dikti

Tajug

Penguatan Produk Lokal Merespons Tantangan Global

Oleh Mochamad Edris
 
PERSAINGAN pasar global dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku di akhir 2015 ini, menuntut perekonomian rakyat tidak sekadar bisa memenuhi kebutuhan lokal dan nasional, juga internasional.


Mengenal Ragam Anak Berkebutuhan Khusus

Oleh Trubus Raharjo

Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu, sehingga tingkah lakunya berkembang.


Membangun Karakter Hakim Progresif dan Bermoral

Dr.  Sukresno, SH.,M.Hum

Prinsip utama sistem hukum Eropa Kontinental yaitu hukum memperoleh kekuatan mengikat, karena diwujudkan dalam peraturan-peraturan yang terbentuk Undang-Undang (UU) dan tersusun secara sistematik dalam kodifikasi atau kompilasi tertentu. Prinsip dasar ini dianut, mengingat nilai utama yang merupakan tujuan hukum adalah kepastian hukum, termasuk oleh hakim-hakim di Indonesia.


Read More

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Pengunjung

00833976
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
2341
7989
38830
764084
140617
124280
833976

IP: 54.167.178.129
Jam Server: 2015-05-30 11:02:33

Kami memiliki 46 tamu online

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum
Manajemen

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Blog Staff
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Alumni SI
Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top