|
International School : |
|
|
|
Yogyakarta-Ada yang menarik ketika mengunjungi International School, yang berada di kota Sleman Yogyakarta. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari sekolah yang muridnya kebanyakan warga asing. Sistem pengajaran dan pembelajaran dengan belajar bersama ini bermanfaat bagi perkembangan psikologis anak. Salah satu hal patut dipelajari dari pendidikan moral di bidang kesenian. Menurut pengajar art (seni), Wiwin hasil kreasi seni yang dibuat para siswa sangat dihargai. Pelajaran art menjadi kreasitas siswa dalam mengembangkan imajinasi.
Perempuan jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta merasa prihatin melihat pendidikan bangsa ini. Pendidikan kesenian untuk Sekolah Dasar (SD) sudah direduksi bahkan dihapus. Apalagi sistem pengajaran sejenis kesenian saja menggunakan teori. “Murid sampai kenyang teori,” kritik Wiwin.
Di tempat Wiwin mengajar, seni mendapat apreasiasi baik. Siswa luar negeri seperti Perancis, Inggris, Malaysia, Brazil diminta merancang konstruksi bangunan kebanggaan di negaranya. Bangunan dunia seperti Menara Eiffel, Big Band, Menara Petronas dirancang para siswa yang masih duduk di kelas enam SD. Kertas, tanah liat, dan kayu pun menjadi media belajar seni. Terbukti kreasi tangan dan imajinasi terlihat apik di meja koleksi dan sebagian lainya menyelimuti dinding ruangan.
|
|
|
Mahasiswa Perlu Berlatih Komunikasi |
|
|
|
UMK- Ketrampilan komunikasi (communication skill) bagi mahasiswa sangat penting. Keberhasilan dalam penyampaian ide serta gagasan merupakan bukti dari kemampuan berkomunikasi.
Ketrampialn public speaking turut menunjang kesuksesan seseorang dalam interaksi dan komunikasi sosial. Demikian penjelasan Ahdi Riyono praktisi public speaking sekaligus dosen Bahasa Inggris FKIP pada portal UMK (10/5).
Selama ini, mahasiswa dalam memaparkan presentasi terdapat beberapa kelemahan. Menurut Ahdi mahasiswa kurang memahami teknik dan strategi ketika melakukan presentasi. Ahdi, mengutip pendapat Tantowi Yahya bahwa persiapan menyumbang 90 persen keberhasilan berbicara pada sebuah forum.
Menurut Ahdi, mahasiswa perlu mengetahui komponen ”Artikulasi dalam berbicara”, ”Nada suara”, ”Tempo” dan ”Volume” (ANTV) saat menjadi public viewer dan public speaker.
|
|
Pengin Jadi Konselor Sebaya |
|
|
|
UMK-Untuk menjadi konselor tidaklah harus dilakukan oleh seorang psikolog atau profesi sejenisnya, namun bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk para pelajar dengan temannya sendiri. Menurut Dr. St. Soejanto Sandjaja, Pemateri Konseling Teman Sebaya dari Universitas Kristen (Unika) Soegijapranata Semarang M.Si, proses pertama kali konseli itu datang kepada seorang teman untuk melakukan curhat.
Kegiatan whorkshop peer counselling yang diselenggarakan Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK), belum lama ini, cukup meriah.
Yang perlu diperhatikan untuk menjadi konselor sebaya harus mengetahui cara konseling yang baik dan harus menjalankan prinsip dasar konseling antar teman. ”Jangan langsung ke permasalahan, basa-basi dulu misalnya membuat pembicaraan yang tidak penting untuk membuat konseli nyaman dan aman untuk mengutarakan permasalahannya misalnya wah Krisdayanti sekarang janda ya......!,” kata Sandjaja berbagi tips, dihadapan 69 peserta yang terdiri dari guru bimbingan konseling (BK), pelajar, dan mahasiswa se-Kabupaten Kudus.
|
|
|
Pentas Teater Tiga Koma |
|
|
|
Menyoal Kepedulian Orang Tua
UMK- Lampu menyala menyinari pria berkacamata yang tengah sibuk membaca Koran. Sejenak datang Ibu Lena menghampiri Pak Lena sambil membawakan secangkir kopi yang telah terseduh. Kemudian Ibu Lena duduk membangun obrolan hangat, dan semakin memanas ketika memperbincangkan minggatnya sang anak semata wayang yang sudah lima hari tak pulang. Itulah awal cerita pementasan produksi ketiga teater 3, (baca: tiga koma) yang dipentaskan di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (06/05). Lena dalam pementasan tersebut, merupakan seorang anak yang salah dalam memandang kepedulian orang tua terhadapnya. Lena yang masih remaja itu, berfikiran orang tuanya membiarkan dirinya, padahal orang tuanya merasa memberikan kebebasan bagi anak satu-satunya yang bernama Lena itu.
|
|
Pentingnya Sebuah Sistem Penjaminan Mutu |
|
|
|
Janji seringkali terlihat indah, terdengar merdu, dan membuai. Tetapi, bila tak sesuai dengan yang dijanjikan akan berbuah rasa kecewa. Janji memang harus diwujudkan. Begitu juga saat sebuah lembaga pendidikan mengaku dan mengklaim memiliki kualitas tepercaya. Apa artinya jika hanya slogan semata? Namun, tidak demikian dengan Universitas Muria Kudus (UMK) yang menegaskan keseriusan dan komitmennya dalam menjaga kualitas dengan membentuk Badan Penjaminan Mutu (BPM).
Sekilas BPM Menurut Ir Masruki Kabib, MT, Ketua BPM UMK, sejak tahun 2006 UMK telah membentuk satuan tugas (satgas) guna mempersiapkan sistem penjaminan mutu. Kemudian, tahun 2008, UMK membentuk badan yang mengelola sistem penjaminan mutu yaitu Badan Penjaminan Mutu (BPM), dengan tugas utama merencanakan dan melaksanakan sistem penjaminan mutu akademik secara keseluruhan, membuat perangkat, memonitor pelaksanaan, melakukan audit dan evaluasi, serta melaporkan secara berkala pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik di UMK secara internal (internal quality assurance).
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 8 dari 25 |