UMK - Tri Darma Perguruan Tinggi (PT) yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, menuntut PT untuk dapat mengejawantah program pembangunan yang berorientasi pada pemberdayaan dan penguatan masyarakat.
Pengabdian masyarakat bertemakan “Packaging” yang dilakukan dosen Universitas Muria Kudus (UMK) di Desa Hadipolo, Jekulo, Kudus pada Jumat (03/05) patut menjadi contoh. Kegiatan dengan peserta sebanyak 20 ibu dan bapak yang tergabung dalam komunitas pengrajin pisau ini melibatkan dosen dari Program Studi (Progdi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK dan Fakultas Ekonomi UMK. Mereka adalah dua dosen Progdi PBI adalah Diah Kurniati dan Junaidi serta dosen Fakultas Ekonomi Ratih Hesti Utami.
Diah menilai pentingnya desain pembungkus pisau untuk menarik konsumen. Pisau yang sebelumnya hanya dibalut plastik diubah dengan kemasan berbahan flannel. “Jika dibanding dengan kemasan sebelumnya, kemasan dari flannel jauh lebih bagus dan ramah lingkungan,” tuturnya membandingkan.
Kemasan baru juga menambah nilai manfaat pisau. Pisau tidak semata sebagai keperluan dapur, tetapi dapat dijadikan souvenir. “Misalnya jadi souvenir pernikahan,” contohnya.
Nilai jual pun bertambah. Terbukti dengan harganya yang mengalami kenaikan setelah memakai kemasan variatif berbahan flannel. Di pasaran, pisau kecil tanpa kemasan hanya dihargai antara Rp. 500 hingga Rp. 1.000 saja. “Dengan penambahan kemasan seperti ini (flannel), sebuah pisau bisa laku dengan harga hingga Rp. 3.500,” jelasnya.
Universitas Muria Kudus
Mengabdi Melalui Pelatihan Packaging Pisau
Halaman 3 dari 372








