Seputar Kudus

Tanam Puluhan Ribu Bibit Mangrove di Hari Bumi

Email Cetak

UMK - Senja mulai beranjak ke peraduannya. Semilir angin malam mulai menyapa. Tampak hilir mudik 300 aktivis lingkungan yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa sibuk mendirikan tenda di taman Maerokoco, Kompleks PRPP Semarang Jawa Tengah pada minggu (21/4) lalu.
Dalam rangka menyelamatkan bumi, Biota Foundation dan Universitas Diponegoro serta Djarum Trees for Life juga menyelenggarakan Kemah Bhakti Lingkungan se-Jateng dalam peringatan Hari Bumi 2013  yang diperingati dunia secara serentak pada 22 April. Diskusi yang bertajuk “Adaptasi dan Mitigasi dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim dan penanaman Mangrove” senada dengan hari bumi Internasional tahun ini yang mengusung tema “The Face of Climate Exchange”.
Diskusi berlangsung hingga detik-detik menjelang pukul 00.00 tepat pada 22 april. Dialog interaktif yang menghadirkan ketua pusat penanaman Djarum Trees for Life Yunan Aditya, Ketua Biota Foundation Abdul Aziz, ahli mangrove asal Rembang, serta Dinas Perhutanan Semarang, semakin memantik antusias peserta. Terbukti dari beberapa pertanyaan yang diajukan kepada narasumber mengenai tumbuhan yang hidup di perairan maupun pesisir dan pantai ini.

Ampyang Maulid Bukan Sekedar Ampyang

Email Cetak

Kudus - Karnaval Ampyang di Desa Loram Kulon Kudus menyimpan nilai sejarah. Karnaval tersebut dimaksudkan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Karena itu, masyarakat setempat menyebutnya Ampyang Maulid atau Karnaval Ampyang. Karnaval ini sudah berumur tua, karena mulai ada sejak zaman Kolonial Belanda masuk ke Indonesia, sekitar 1574 Masehi.
Adalah ulama besar, Raden Toyib yang bergelar Sultan Hadirin, sebagai pelopor karnaval tersebut. Sultan Hadirin merupakan pendiri Masjid Wali, At-Taqwa dan Gapura semacam Menara Kuno yang terletak di depan Masjid di Desa Loram Kulon. Hal ini diungkapkan sesepuh desa, KH. Alif Syarofi.
Istilah Ampyang, cerita Syarofi, awalnya merupakan nama sebuah Kerupuk yang terbuat dari Tepung berbentuk bulat dengan warna yang beraneka ragam. Kerupuk Ampyang yang tertata rapi dijadikan sebagai atap tempat makanan. Bentuknya persegi empat menyerupai tempat ibadah umat Islam seperti masjid, mushola, dll. Bahannya dari bambu.
Aneka macam panganan seperti nasi kepel, buah-buahan dan jadah pasar ditaruh di dalamnya. Setelah terisi penuh, dalam menjalankan tradisi ini, Ampyang diusung ke Masjid Wali hanya pada 12 Rabi’ul Awal Tahun Hijjriyah oleh masyarakat sekitar. Momen itu bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Eksotisme Candi Gedong Songo sebagai Wisata Sejarah

Email Cetak

Terpaan angin menambah hawa dingin pegunungan kian terasa kala kru reporter website Universitas Muria Kudus (UMK) menapaki Candi Gedong  Songo, Bandungan, Kabupaten Semarang untuk praktik liputan dalam kegiatan Capacity Building di penghujung tahun 2012.  Pun saat matahari telah meninggi, hawa dingin masih terasa. Tiba di lokasi wisata sekitar pukul delapan waktu setempat, lahan parkir telah penuh oleh mobil dan motor.
Begitu melewati pintu gerbang masuk area wisata, pandangan mata dimanjakan kompleks candi. Candi-candi yang dibangun ribuan tahun lalu, nampak masih kokoh berdiri dan berderet dari bawah hingga puncak di antara rindang hijau pepohonan di lereng gunung. Aroma belerang, rumput yang habis dipotong, getah pinus, dan udara sejuk pegunungan membangun pemandangan khas di mata. Cahaya matahari yang menerobos turun melewati celah pucuk-pucuk pinus dan menyinari bangunan candi menjadi lukisan pagi yang sempurna.
Sebelum memulai pendakian, untuk menambah wawasan sejarah, informasi mengenai profil dan sejarah candi dapat diakses melalui papan-papan informasi di jalan masuk.
Perjalanan menuju Kompleks Candi Gedong Songo menjadi tantangan tersendiri. Tanjakan curam dan tikungan tajam harus dilewati. Untuk mengelilingi sembilan candi, pengunjung dapat memilih, memanfaatkan jasa kuda atau jalan kaki. Sebelum menempuh perjalanan, pedagang makanan dan minuman menyambut pengunjung yang ingin menyiapkan tenaga sebagai bekal pendakian mengungjungi candi. Juga yang ingin berfotoria mendokumentasikan kunjungannya di kompleks candi.

Bangga, Terbang Papat Kudus Pecahkan Rekor Muri

Email Cetak

Kudus – Masyarakat Kudus patut bangga memiliki kesenian lokal, Terbang Papat. Seni musik asli Kudus ini berhasil meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) kategori Tabuh Terbang Papat Terlama.
Tabuh Terbang Papat berlangsung selama lima hari sejak Minggu hingga Kamis (15-19/07) di Serambi Masjid Agung Kudus. Aksi yang juga digelar untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan ini melibatkan 130 kelompok Terbang Papat se-Kabupaten Kudus. Mereka berhasil menabuh terbang 87 jam tanpa henti. Melampaui target waktu yang direncanakan sebelumnya, yakni 83 jam.
”Aksi ini tidak hanya tercatat dalam rekor MURI, tetapi juga tercatat dalam Rekor Dunia”, jelas Direktur Pelaksana MURI Semarang, Sri Widayati, saat memberikan sambutan pada penutupan acara yang diprakarsai oleh Pengurus Masjid Agung kerjasama Forum Komunikasi Terbang Papat (FKTP) Kudus.
Panitia pelaksana, Wafa melihat, kesenian Terbang Papat sudah tergolong langka di masyarakat. “Sebagian besar penabuhnya berusia tua hingga lanjut”, tuturnya.
Oleh alasan tersebut, sambung Wafa, melalui kegiatan ini panitia berharap terjadi regenerasi penabuh Terbang Papat. “Agar tradisi tidak hilang begitu saja,” katanya menegaskan kekhawatiran akan nasib kesenian khas ini.

Halaman 7 dari 25

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Agroteknologi
Teknik
Psikologi

 

Pasca Sarjana

Ilmu Hukum
Manajemen

 

Links:

 

Fasilitas

UMK Repository

Library Gateway

E learning

Info Muria

Blog Staff

Muria Studies

Jurnal

Jurnal Internasional

Portal Ketrampilan Wajib

 

 

Barcode:

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria

Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

 

 

 

 

QR Code

Kemahasiswan

Portal Akademik

Info Kemahasiswaan

Alumni SI

Pena Kampus

Hubungi Kami

Universitas Muria Kudus

Gondangmanis PO.BOX 53

Bae 59324 Kudus

Jawa Tengah - Indonesia

 

Telp: 0291-438229

Fax: 0291-437198

Email: muria@umk.ac.id